Stories and Sh*t

Wednesday, November 30, 2011

Kelap awan

aku berkelap dalam naung awan pudar
dimana kita berada setelahnya
mengikis sedikit demi sedikit mimpi kita
manangis sakit tanpa bisa buat apa

bahkan rindupun kini tak ada lagi
kukembali hanya berbalut senyum bahagiamu dan dirinya
tanpa sesak kurasa nadi berhenti
ingin menutup mata dalam segera
Share:

0 comments:

Post a Comment

at least, tell me your name to respond your coments, thanks.

Powered by Blogger.

Contributors