Stories and Sh*t

Tuesday, January 10, 2012

GALAU 4


Saya bener-bener nggak nyangka setelah sekian lama berlangsung, dan dengan memakai banyak bintang seperti para (maaf) lelaki boyband sm*sh, so nice memproduksi sebuah iklan yang cukup merarik. Dengan hanya memakai satu bintang dan dengan konsep yang tidak terlalu kreatif seperti biasanya, iklan ini dinyatakan layak tonton oleh, saya.

Bukan! Saya bukan mau cerita tentang iklan indonesia yang sudah mulai neko-neko dan sengaja buat iklan buat nunjukin kalo apa yang mereka tampilin di iklan itu boong, bukan. Hari ini saya galau lagi. Galau menn galau...

Mungkin ini disebut karma. Karna tiap hari, pasti ada waktu dimana saya ngejek seorang temen saya yang badannya sekarang hampir nyamain gajah, bukan... bukan ngejekin badannya. Tapi ngejekin kisah dramatisnya waktu SMA dulu. Mau tau ceritanya? Panjang menn, intinya dia pernah disakitin sama cewek. Katanya sakit banget sampe mau mati, dia bahkan nggak bisa lagi ngerasain rasa lain selain sakit. Sampe makanannya dicampur bulu ketek juga nggak kerasa, ketika makanannya diganti bulu ketek semua juga nggak kerasa. Gila! Ampuh bulu ketek saya udah ada yang makan.

Nahh, kali ini saya emang nggak sakit hati tapi mendapat fenomena perasaan yang lain namun pada tempat yang sama yaitu hati. Galau bukan sembarang fenomena perasaan yang harus ditanggapi dengan santai dan tidak serius. Galau itu bisa menjadi penyakit yang kronis jika tidak segera ditangani dengan keputusan hati yang tepat. Dan sampe sekarang saya belum bisa mengambil keputusan yang tepat itu. Apa yang harus saya lakukan? Kekamar, tidur... ngorokk..

Setiap kali saya melihat mata yang besar dan bersinar itu, saya jadi inget sesuatu. Sesuatu yang selalu dekat dengan keseharian saya dan sangat saya butuhkan, bola lampu. Atas dasar kemiripan itulah timbul sesuatu mirip lainnya, yitu sifat kebutuhan akan dirinya. Disisi saya, disini, saat ini. Ohhh malang nasib anak muda.

Galau demi galau sudah saya lalui dan hari-haripun serasa selalu mendung, terlihat dari pakean saya yang udah tiga hari dijemur dan belum kering. Namun mendung yang sesungguhnya ada dihati ini, hati ini membutuhkan bola lampu itu untuk membuatnya kembali cerah. Hati ini membutuhkan hati lainnya untuk saling mengisi, mungkin saling bertukar empedu atau apalah... hati ini benar-benar kesepian karna tubuh ini hanya mampu menampung satu hati, bukan dua.

Sedikit miris waktu saya liat temen-temen saya semuanya pada telponan di malam minggu, tapi saya segera baik kembali ketika saya tau ternyata mereka semua pada ditelponin sama bapaknya. Bahkan saya sampe kaget, karna semua permasalahan ini membuat saya kacau. Ketika saya menggenggam rambut mencoba sedikit menjambaknya, rontok! Semua rambut digenggaman saya rontok. Apa separah inikah? Dan kemudian seseorang berkata, “mas tangannya jangan dikepala dong, ntar ikut kegunting lo”. Oh ya ternyata saya emang lagi potong rambut.

Tak ada cara menemuinya, tak ada cara menghubunginya, dan kalaupun ada saya pasti nggak berani untuk mulai. Tapi saya tak mampu terus berada dalam kegalauan ini, saya nggak mau jadi galauers salamanya. Baiklah, saya memutuskan untuk bergerak. (sembari memaju-mundurkan jempolkaki) ya, saya rasa saya sudah bergerak.

Sedihh banget sambil dengerin lagu peterpan dikamar sendirian. Suasana kayak gini nggak baik buat saya, kenapa? Karna suasana sepi dengan lagu melow peterpan ini membuat saya mengingat kasus Ariel-Luna.

Saya coba tidur, mimpiin dia. Saya coba nyanyi, eh kesebut namanya. Saya coba nulis, eh ternyata yang saya tulis tentang dia semua. Saya boker di WC, nggak! Sumpah saya nggak mbayangin dia. Keluar dari WC timbul pemikiran untuk ngelupain dia, dengan cara mengingat semua hal buruk tentang dirinya. Kira-kira apa ya?

Saya bayangin idungnya, nggak bagus, tapi imut.. bikin pengen narik-rarik. Bayangin bibirnya, indah bro, dengan warna merah yang bikin  inget teruss.. bayangin matanya, wow, bersnar terang menerangi jiwa ini.. bayangin rambutnya, panjang dan tertata bikin... bikin... ah... bikin tambah galau! It doesn’t work. I gotta forget her to survive but I can’t. I don’t wanna run away but I can’t take it I don’t understand, if I’m not made for U than why does myheart tell me that I am. Is there any way that I can stay, in your heart... I become so numb!

Makin hari makin jauh, makin GALAU.
Share:

0 comments:

Post a Comment

at least, tell me your name to respond your coments, thanks.

Powered by Blogger.

Blog Archive