Stories and Sh*t

Tuesday, January 3, 2012

Road to 2012 part 1


*ini cerita nyata yang amat dramatis. Silakan hayatin tapi pliss jangan nangis. Karna kamu jelek kalo senyum dan ketawa. Apa lagi nangis. Maaf kalo bumbu boongnya kebanyakan karna yang nulis humoris, apapun yang penting baca artikel ini gratis.

2 hari lagi taun baru 2012, hari ini masih belum ada tempat dan rencana. Hari menunjukkan hampir pukul empat sore jadi saya beserta rombongan memutuskan untuk jalan-jalan ke mall sambil mikir besok mau kerumah siapa, ngapain. Sebelum berangkat ke mall mau mandi dan kesialan pertama pun yerjadi. Nggak ada air. Ohhh ibu kos temen saya pelit seperempat idup nih. Emang PDAM di Palembang mahal ya? Mahal mana sama bayaran kosan ini?

Tersepak saya dan beberapa temen lain pergi ke mall dengan menahan sedikit rasa gatal dan banyak beban, M-A-L-U.  Walau ada salah seorang dari kami yang tidak ikut dan memilih berkunjung ke rumah temen yang cukup jauh. Males banget mau kesana jadi jalan-jalan di PS aja. Di PS sempet milih baju tapi. Tapi, tapi tapi kesialan kedua pun muncul. Dompet saya ketinggalan di kost temen yang tadi.

Atas dasar kebersamaan kami ber empat pun sama-sama kembali ke kost tersebut yang terletak di plaju. Cukup jauh dari PS. Pukul sudah menunjukkan setengah sembilan perutpun lapar. Karna duit dikantong Cuma lima ribuan terpaksa Cuma makan pempek panggang. Bersama temen-temen lain yang juga bokek.

Sesampainya di kost tersebut, kesialan ke sekian pun muncul. Ternyata oh ternyata tanpa disadari tak seorangpun diantara kami berempat yang memegang kunci. Yang sekarang sedang tergolek santai di tas teman kami yang ada di KM 11. Lesu mulai muncul dan semua anggota yang ketimpa sial mulai mengorek hidung mereka. Ngupil.

Dengan segenap kekuatan hati kami berjalan menuju jalan besar, ayo susul ke KM 11. Belum habis tampang buras ditunjukkan kesialan muncul lagi. Tak ada bis! Tinggal angkot yang paling banter mau nganter sampe KM 5. Raga ini mulai tersiksa, ingin rasanya saya ngeteh sambil buang air kecil saat ini. Yang lain mulai nunjukin mata kayak squidward.

Jreng-jreng-jreng musik kemenangan hampir terdengar saat kami berhasil brjalan kaki malam sepanjang 6 KM mencapai komplek perumahan yang dituju. Kulit lengket dan harapan yang hampir pupuspun segar kembali kala melihat pagar rumah teman kami itu. Segenap tenaga yang tersisa saya gunakan untuk membuka kunci pagar dan Astagfirullahaladzim, kesialan lagi dan lagi MUNCUL.

Pagar dikunci gembok segede kepala. Beberapa kali memanggil namun tak ada jawaban. Ingin rasanya saya nelpon tapi tak ada pulsa. Semua batery HP temen drop. Pas saya mau masang kartu mereka, HP saya ikutan drop. S-I-A-L. Oh yoga dimana kau? Kami diluar sini menanti kenhangatan rumahmu. Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.

Stressfull...

Sampai tengah malam kami menunggu, belum ada tanda kemunculan si Yoga. Yaudah kami putusin jalan ke palimo lagi, kerumah temen yang disana. Dari pada bengong didepan rumah orang tengah malem gini, kalo nggak kesurupan dikirain maling. Tapi entah ada apa lagi belum selangkah berjalan hujan turun deras sekali. Pengen rasanya saya garuk bokong buat nahan nangis.

Habis gelap tetaplah gelap, namanya aja malem. Walau gelap akhirnya Yoga datang dan kami bisa masuk kedalam rumahnya yang hangat. Tapi... apa lagi? Kami kan nggak bawa baju ganti, baju yang ini basah. #tidurpakeunderwarebersamateman-teman.

Udah ni kaki mau lepas dengan perut pusing dan kepala laper. Kami tidur dengan pulass.... selamat tinggal hari ini!!!
Share:

0 comments:

Post a Comment

at least, tell me your name to respond your coments, thanks.

Powered by Blogger.

Blog Archive