Stories and Sh*t

Monday, July 30, 2012

the 29 days lost




Seperti yang sudah saya perkirakan, bekerja itu ya seperti ini. Capek, takut sama bos, harus nyuri waktu buat nulis ginian juga. Tapi asik, nggak ada tugas, dan di gaji :D . Sudah hampir seminggu, ya.. Hampir seminggu ini tanpa jaringan telpon. Nggak bisa telfon, sms, atau main twitter. Hidup di tengah hutan dimana kemunculan datuk (harimau) masih dianggap biasa. Di dalam hati saya hanya berdo'a setiap harinya, semoga bidik misi saya nggak di cabut. Dan semoga saya masih bisa menikmati pop ice mangga dengan tenang saat kuliah nanti.

Ketika kita sudah berada di dunia kerja, umur bukanlah hal yang menentukan panggilan seseorang, melainkan pangkat. Mau dia semuda apapun, kalo boss ya dipanggil ''pak''. Dan tingkat penghargaan terhadap orang yang berbicara juga sama.

Hari ke 7, total uang yang sudah saya hasilkan adalah.. Rp. 385.000,-

pagi, siang, sore, malam, pagi lagi.. Dan seperti itulah setiap harinya hingga saat ini. Hari ke delapan, masih ada banyak lobang yang harus digali, masih banyak uang yang harus dicari.

Pekerjaan yang keras terkadang membuat kita sadar, akan apa yang kita lakukan selama ini. Kesalahan-kesalahan yang tidak seharusnya kita lakukan. Apalagi untuk orang yang suka menghamburkan uang seperti saya. Membeli hal-hal yang tidak penting seperti baju mahal, ice cream, coklat, hadphone, pop ice mangga. Oh maaf, pop ice mangga tidak termasuk. Pop ice mangga itu hal yang penting.

Share:

Monday, July 2, 2012

a morning, a memory

Halo, pagi ini saya terbangun. sama seperti pagi-pagi lainnya yang mencekam jiwa, seolah saya takkan memiliki kesempatan meminum pop ice mangga lagi pagi ini. walau saya masih memiliki kopi mocca instan, tapi pop ice mangga masih tampak lebih menggiurkan. kenapa? oke, ini cerita pop ice mangga.

ada beberapa orang yang terbangun di pagi hari lalu melakukan rutinitas dan menjalani hari baik sesuai rencana. ada beberapa orang yang terbangun di pagi hari lalu melakukan rutinitas dan menjalani harinya yang selalu buruk. beberapa lainnya terbangun dipagi hari lalu termenung. dengan otak yang masih dikepala namun fikirang yang masih tertinggal di masa lalu. inilah orang-orang yang belum, move-on.

sebuah pagi harusnya menjadi awal sebuah cerita. a morning, a story. namun tidak halnya dengan mereka yang fikirannya
Share:
Powered by Blogger.

Contributors