Stories and Sh*t

Monday, July 2, 2012

a morning, a memory

Halo, pagi ini saya terbangun. sama seperti pagi-pagi lainnya yang mencekam jiwa, seolah saya takkan memiliki kesempatan meminum pop ice mangga lagi pagi ini. walau saya masih memiliki kopi mocca instan, tapi pop ice mangga masih tampak lebih menggiurkan. kenapa? oke, ini cerita pop ice mangga.

ada beberapa orang yang terbangun di pagi hari lalu melakukan rutinitas dan menjalani hari baik sesuai rencana. ada beberapa orang yang terbangun di pagi hari lalu melakukan rutinitas dan menjalani harinya yang selalu buruk. beberapa lainnya terbangun dipagi hari lalu termenung. dengan otak yang masih dikepala namun fikirang yang masih tertinggal di masa lalu. inilah orang-orang yang belum, move-on.

sebuah pagi harusnya menjadi awal sebuah cerita. a morning, a story. namun tidak halnya dengan mereka yang fikirannya
tertinggal di masa lalu. sebuah pagi adalah memori. a morning, a memory. ini bukanlah hal yang mudah. ketika dipagi hari semua orang disekitarmu merasakan kesejukan, kau merasakan kesunyian.

beberapa dari kita merindukan sesuatu yag tertinggal dimasa lalu, yang hanya bisa dilihat oleh mereka yang berjarak cukup jauh. dan kita hanya memelas akan waktu yang sekarang berjalan dan terus meninggalkan kita dalam pucuk-pucuk jeritan yang mulai pudar. yang hilang tertinggal.

apa yang paling dibutuhkan oleh orang-orang yang tertinggal perasaanya adalah kesempatan. yah, kesempatan dan waktu, untuk mengulang sesuatu yang telah terjadi lalu memperbaikinya, atau mencoba melupakan dan memulai untuk mengukir memori baru dengan kisah-kisah yang seharusnya terus berlanjut setiap paginya.

kamu tau? kalaupun saya harus memulai kisah baru, saya tidak akan pernah bisa meninggalkan kamu. pop ice mangga!
Share:

0 comments:

Post a Comment

at least, tell me your name to respond your coments, thanks.

Powered by Blogger.