Stories and Sh*t

Saturday, September 29, 2012

dua jempol



bagaimana?
buram bukan..
seperti apa?
entahlah, yang pasti menyenangkan..

haruskah kita ucapkan satu sama lain
akan sebait rasa yang bahkan tak berwarna?
atau biar detak jatung yang saling bicara
ketika kita nikmati saat-saat itu
saat yang mana?

siapkan dua jempolmu
dan mari kita bersenang-senang..
Share:

Thursday, September 27, 2012

indeed ~ personal honesty

well, nona detektif.. tentu saja. tentu saja hal ini akan terjadi dan kita akan menyadarinya satu sama lain. kenapa? kenapa kau terlihat begitu dewasa dan memahami semua ini? tapi, benarkah kau memahami semua ini? aku akan menunggumu, tentu saja aku masih akan menunggu saat-saat terbatas yang kita miliki.

biar kita ulangi, apakah kau benar mengerti? karna kurasa kau belum memperhatikan. mungkin aku ingin mendampingimu atau mungkin juga tidak, karna kenyataan yang kita miliki saat ini hanyalah, aku menyukaimu. seperti yang aku katakan, maukah kau... dan aku belum melanjutkannya. see? aku masih menunggumu. percayalah... aku memahami apa itu isi imajinasimu. 

kau dengan dirimu dan aku dengan diriku, tapi kenyataanya tidak seperti itu. mungkin ada sedikit 'kita'. seberapa banyak kau mengalami ini dan seberapa banyak diriku seharusnya mampu menyadarkan kita betapa dini hal ini. dan betapa kita perlu membuatnya lebih lama lagi.

tentu saja, tentu saja aku tak berharap kau memahami ini sepenuhnya, namun begitu.. aku ingin kau tau, aku menunggumu untuk mengerti. seseorang yang akan membawamu dari kegelapan, yang memberimu harapan, meminjamkanmu mesin waktu atau pintu ajaib. dialah yang ada didekatmu, dialah yang setia padamu, yang mau berkorban untukmu. dan tentu saja, dialah yang mendampingimu.
Share:

another side ~ personal honesty

kurasa kau punya kekuatan yang membuat aku berfikir imajiner. Tak mampu dikatakan, hanya dapat dirasakan. tak mampu diungkapkan, hanya terjebak difikiranku. Aku lupa, pernahkah aku memberitahumu atau saat itu hanya ku ucapkan pada dinding kamarku atau pada cicak yang seperti ingin mendengar pula. 

Baiklah, akan kuberitahu. Aku takingin kau salah paham, aku mencari teman. Aku mencari seorang yang dapat mengarahkan dan menemani saat aku berada di terowongan kegelapan atau bahkan jembatan tanpa ujung atau lebih dari itu saat aku berada diruangan kosong dan terjebak didalamnya tanpa punya mesin waktu atau pintu ajaib seperti kartun jepang itu.

Aku tidak mencari pendamping yang, yang akan mengganggu konsentrasiku apalagi menyita banyak waktuku. Aku mengaku detektif, dan kau pelakunya... Kau dalam kasus, kasus memahami dan mengerti aku. karena ketika mengerti, kita akan tersadar bahwa kita punya perbedaan.tidak sama halnya ketika memahami, karna sadar atau tidak, kau atau aku akan berbesar hati ketika menemukan sesuatu yang tidak sesuai harapan.

hhahaha..
aku pun tak tau gaya magnet apa yang tersembunyi.
Share:

Wednesday, September 26, 2012

personal honesty


Aku mengenalmu. setidaknya aku rasa aku mengetahuimu dan memang sedikit tertarik, waktu itu. Aku memang melihat fotomu beberapa kali, dan memperhatikanmu saat kau bersamanya, lagi-lagi waktu itu.

Kini aku pergi dan memiliki hal-hal berbeda juga waktu yang 'mungkin' teramat sulit. Untukku. Entah ini waktu yang tepat atau bukan, tapi terkadang... Aku bersyukur dulu pernah 'memfollow' twittermu. Dan mendapat sedikit waktumu hari ini. Mungkin juga hari-hari berikutnya.

Saat kau berkata, 'tuliskan sesuatu untukku'. Ingin sekali kuungkap..  ''aku tak yakin, tapi aku selalu memikirkanmu lebih dari orang lain. apakah kau mau...
Share:

tertinggal matahari



menyusun hari
menempa diri pada ketiadaan
mengukur bakat
mengasah kepercayaan

aku dan semua kegagalan ini
pada ambang batas emosi
tak mampu lari tak bisa kembali
aku dan semua yang bernaung disini

tertinggal matahari
Share:

Saturday, September 22, 2012

D'cupuz


Bocup. Nama saya bocup, kamu tau? Bocup itu botak cupu. Yah.. tapi sekarang saya nggak botak lagi loh. Cupunya masih dikit sih. Namun, biar cupu-cupu gini saya juga memiliki sebuah gank! Namanya D’cupuz. Lagi-lagi mengandung unsur cupu. -___-

Keanggotaan dari gank ini juga sudah tidak jelas. Mau masuk silahkan.. keluar juga nggak perlu konfirmasi. Anggotanya tersebar ke penjuru negri dari Palembang sampe Jakarta. Beberapa diantara mereka sudah tidak cupu lagi. Inilah D’cupuz:

1.       Wahyu Ramadhan a.k.a Bocup

Saya, adalah cupu diantara cupu. Menjadi pemenang kejuaraan basket tingkat kabupaten sebagai playmaker ke 3 dan hampir tidak dimainkan di seluruh laga. Ahli dalam mendapat keberuntungan dan sepertinya keberuntungan itu akan segera habis.

Percintaan sungguh parah, galau seumur hidup. Cek cerita berjudul galau di blog ini.

2.       Harianto a.k.a Bul-bul

Gemuk. Tembus satu kuintal walaupun sudah rajin olahraga setiap hari (handsport). Dia teman yang cukup baik, tidak pelit (artikel ini juga ditulis di laptopnya). Cupu abis... nggak pernah berani nembak cewek, jadi belum pernah pacaran. Borosss.. selalu niat diet dan selalu mengingkari niatnya.

3.       Irwinsyah a.k.a arab mesum

Share:

sabtu malam


Sabtu malam?
Oh ya, ini sabtu malam dan selalu ada hal yang asik untuk dibahas.. dari mulai penyebutannya sampai kegiatan-kegiatan apa yang dilakukan didalamnya. Apa? Apa lagi alasan malem ini buat kalian yang bengong diteras nungguin ujan atau bikin makrab sama teman sejenis? Nonton bola? Ahh klasik.
Sebenarnya kenapa? Kenapa malam mi.. maaf. Kenapa sabtu malam menjadi alasan yang tepat untuk bahan ejekan para mblo mblo di jagad ini? Kenapa nggak malem lain kayak malem senin, selasa rabu? Kami sama menderitanya setiap malem kok. Ups..
Share:

Wednesday, September 19, 2012

luka dibalik masa


kita dan kisah ini
sadarkah kau ku masih berdiri disini
menanti makala kau datang lagi

aku berdiri dbalik masa
merasakan luka kala suka menggila
perih...
taukahkau perihh..

adakah,,.
sungguh benarkah kau terluka kala itu?
lalu mengapa kau terpaku seolah aku tercipta untuk santapanmu..
Share:

a fool of happiness

Beberapa hal yang saya fikirkan saat ini adalah gigi, gusi, dan usus. Dan apapun yang kalian semua fikirkan saat ini, percayalah.. kombinasi sakit gigi dan kebelet boker itu. MEMATIKAN!



Hay, nama saya bocup, dan seperti yang kalian semua tau bahwa saya sangat terkenal. Di blog ini. Yah.. saya pembuatnya.
2 tahun yang lalu saya duduk di trotoar jalan yang sepi sembari melihat pasangan muda-mudi bermesraan disekitar saya, sementara saya hanya sendiri. Yah sendiri. Saat itu saya berfikir, “betapa menyedihkannya aku”. 2 jam yang lalu saya berjalan dari kampus menuju kosan dan melewati terminal yang sepi pejalan kaki. Ada banyak pasangan muda-mudi lalu-lalang bermesraan diatas kendaraan mereka. Sejenak saya berfikir, “betapa menyedihkannya mereka”. Tentu saja, terutama sekali wanita itu yang memeluk kekasihnya ‘erat-erat’ dari belakang.
Waktu berlalu dan kita bertambah dewasa. Ada banyak definisi hidup yang dulu kita rasa ‘benar-benar saja’ mulai meragukan dan merubah pandangan kita tentang hal yang benar, dan hal yang tidak harus dilakukan. Tentang ketenangan atau kesenangan. Tentang rasa.. tentang warna.. tentang kenangan.. dan segala asa yang kini mulai menjelma untuk tak digapai.
Share:

Wednesday, September 12, 2012

ABC part 3 (limited)




Share:

SEBUAH KISAH SEDERHANA part 3

*ketika sebuah kisah dalam cerita dipertanyakan, maka ia akan berlanjut...





Aku benar-benar terkejut, dan gadis (sepertinya masih gadis) itu mulai memejamkan matanya ketika kudekatkan tangan ini ke wajahnya. Aku menyentuh sedikit pipinya dengan jari telunjukku, dan ternyata dia adalah manusia. Hufff.... kupandang ia yang masih terpejam dengan ekspresi takut, aku juga memandangnya dengan ekspresi yang tak kalah aneh antara bengong dan lega.

Karna bingung apa yang harus kulakukan ataupun kukatakan, aku terdiam dan memandangnya terus, mulutku seakan bisu. Siapa gadis ini, pencurikah? Lalu tiba-tiba ia mundur dan menutup pintu kamar mandi lagi, masih belum hilang rasa penasaranku dan ia memulai hal konyol lainnya dengan bertanya menggunakan nada yang sedikit keras, “siapa kau? Apa kau pencuri? Apa yang kau lakukan disini?”.

“wanita gila! Apa kau gila? Seharusnya aku yang bertanya apa yang kau lakukan disini? Ini rumahku!”

“benarkah?” Ia memunculkan kepalanya yang mungil.

Langsung kumasukkan lagi kepalanya dengan kelima jari dan telapak tanganku. Gila, wanita ini bisa membuatku jatuh cinta. Matanya begitu berbinar, dan hidungnya yang tak terlalu mancung itu seperti memaksaku untuk selalu mengingat itu. Bibirnya mungil dan berwarna merah muda alami, tanpa listik. Alisnya tak terlalu tipis dan terlihat serasi dengan matanya. Rambutnya hitam panjang sebahu, dan kulitnya putih.

Lama aku menahan degupan jantungku yang hampir meledak, kemudian ia bersuara lagi dari kamar mandi. “kalau ini rumahmu kenapa tak tau aku? Lalu kenapa masuk diam-diam? Tapi dilihat dari penampilanmu, sepertinya kau juga bukan pencuri. Jadi kau ini siapa?”

“apa yang kau bicarakan, aku tak mengerti! Tentu saja aku tak tau kau ini siapa? Apa yang kau lakukan dirumahku? Dan dengar, jangan coba-coba berisik. Karna aku sedang minggat dari rumah dan aku tak mau ada orang yang tau aku disini, bersama wanita pula! Sekarang katakan kau ini siapa? Bagaimana kau bisa masuk?” kataku dengan sedikit tidak lancar.

“katanya ini rumahmu, lalu kau minggat dari rumah siapa?”

“ayolah, tidakkah penampilanku terlihat seperti orang yang kaya dimatamu? Apa kau tak berfikir bahwa mungkin saja aku memiliki lebih dari satu rumah... pokoknya jangan banyak tanya dan katakan kau ini siapa dan bagaimana bisa masuk?”

“kami menunggumu sejak pagi, karna sampai siang kau belum juga datang, jadi kami masuk secara paksa lewat pintu belakang. Namamu Roi bukan?” katanya sambil mengetuk-ngetukan jarinya di pintu kamar mandi.

“Roi? Bukan! Namaku....” Roi? Oh tidak!

Benarkah ini. Apakah kejadian malam itu bukan mimpi? Cepat aku mengambil tas besarku dan membuka isinya. Kuambil laptop dan kunyalakan. Tak lupa kupasang modem dan langsung membuka surel memastikan pesan-pesan di dalamnya. benar dugaanku ternyata sudah log in, dan bukan log in ke alamat surel yang biasanya. Roi Maranjas? Tidaaaaaaaakkkkk!

“kenapa?” kata gadis itu sambil keluar dari kamar mandi dan masih mengenakan handuk yang tadi.

“apa yang kau lakukan? Kenapa masih menggunakan handuk?” kataku sedikit sinis.

“bukankah kau membeliku untuk ini” dia mendekat dan hampir saja... hampir saja Ia membuka kaitan handuknya.

“hei...hei..hei... apa yang kau lakukan! Pakai baju sana!” kataku galak.

Ia mengembungkan pipinya dan membawa bajunya yang tergantung disampingku, lalu masuk kekamar mandi lagi. Tak berapa lama Ia kembali keluar dengan muka polosnya dan berkata, “baju ini sudah kotor, aku memakainya dari kemarin.”

Aku masih memandangnya dengan tatapan galak, lalu melemparkan sepasang baju dan celanaku.yang aku bawa didalam tas. “pakai ini dulu, besok aku belikan baju.” Kataku.

Kacau, benar-benar kacau fikiranku saat ini. Entah apa yang telah kulakukan tapi ini benar-benar terjadi. Aku mencoba tenang dan mulai mengatur nafas. Kupandangi sekeliling rumah ini yang mulai dipenuhi sarang laba-laba, dan pandanganku berhenti pada seorang gadis yang keluar dari kamar mandi dengan pakaian kebesaran. Dia tetap cantik.

“dimana aku mencucinya?” sambil mengangkat pakaianya yang kotor. Alisnya naik dan matanya terlihat lebih lebar, bibirnya mulai tersenyum.

“itu mesin cuci!” sambil mulutku mancung menunjuk mesin cuci yang ada dipojok.

Dia berjalan kearah mesin cuci dengan langkah agak cepat dan kembali lagi dengan langkah lunglai. Ia kemudian berdiri menunduk dihadapanku yang sedang duduk. Dengan masih menenteng pakaian kotornya, ia berkata sangat pelan diiringi mimik malu-malu. “aku tidak bisa pakai mesin cuci.” Katanya.

Aku berdiri dengan tampang songong dan menunduk menghadapnya. “hhahahaha.” Kataku tepat  dihadapannya. Lalu kutarik pakaianya itu dan, aku cuci.

***

Aku terbangun karna pipiku yang terasa dicolek-colek, ternyata wanita ini. Ia duduk didepanku sambil memamerkan senyum manisnya. Tangannya masih mencolek-colek tanganku sambil menunjuk arah meja. Terdapat 2 mangkuk mie instan disana.

Kami duduk berdua di meja makan sambil memakan mie instan, aku masih suka memandanginya dengan tatapan galak. Terus seperti itu sampai kami selesai makan dan memulai pembicaraan.

“em... jadi, kapan kita akan melakukannya?” katanya dengan begitu polos..

“melakukan apa!” Kataku sedikit membentak “jangan berfikir yang macam-macam!”
Tampangnya jadi seperti orang yang pusing memikirkan sesuatu “lalu, kapan kau memberiku uang?”

“heii.. aku sudah bayar! Dengar ya, aku sudah mengeluarkan uang ENAM JUTA RUPIAH untuk membe… maksudku membayar jasamu. Jadi jangan kau coba-coba berani menguras kantongku lagi.”

“kau memesanku sebagai orang yang bebas. Dengar, kalau kau tak mau membayarku lagi seharusnya kau memesan pekerja yang terikat dengan mereka. Bukannya mereka sudah memberikanmu pilihan?”

“oooo, jadi kau memaksa? Kalau aku tidak mau, kau mau apa?” kataku bertambah marah.

“jangan begitu...” ia tampaknya mulai ketakutan. Raut wajahnya benar-benar berubah.

“kau...!” kataku sambil mengarahkan telunjuk kewajahnya. “kau.. lihat dirimu! Seharusnya kau malu! Apa yang telah kau lakukan hah? Seperti orang polos yang menyerahkan tubuhnya hanya demi uang! Apa? Apa yang akan dikatakan Ibumu jika ia tau mempunyai anak sepertimu!” mataku melotot merah menyala dengan taring keluar den telunjuk yang tepat mengarah ketengah kedua matanya.

Ia menundukkan kepalanya kearah meja, menutupi mulut dan hidungnya dengan tangan sementara matanya mulai berkaca-kaca. Isak mulai keluar dari mulutnya walau sangat pelan karna ditutupi  tangannya.

“menangis! On come on.... jangan menangis!” kataku semakin membentak dan membuat isaknya makin keras saja. Nafasnya tersendat-sendat. “oke! Menangislah sesuka hatimu!” aku keluar rumah dan mulai meninggalkannya.

Bersambung…

Share:

Friday, September 7, 2012

Jalan Searah


Buat yang pernah sekolah pasti ngerasain ini. ehm, jalan searah itu maksudnya adalah ketika berjalan dengan tujuan yang melewati arah yang sama. dengan kata lain, sejalur. atau pada jalur yang sama, atau pada alur yang sama, atau pada.... ah sudahlah..

waktu saya SD, saya pernah suka sama seorang cewek, SMP juga sama. dan kamu tau? jalan searah itu sangat membantu. setiap pulang lebih awal saya akan menunggu, setiap pulang terlalu siang saya kan berlari. apa yang saya lakukan? tentu saja hanya untuk berpapasan dengan orang yang kita sukai dengan lagak sok cool. 

jalan searah memang sangat membantu bagi insan yang sedang jatuh cinta. kita dapat berjalan bersama sembari menikmati percakapan hati yang sangat mendebarkan, yaitu saling diam satu sama lain. dengan sedikit lirikan mata tentunya. yah.. sebelum lelaki lain datang dengan sepeda motor dan membawanya pergi. menyisakan debu, asap, dan luka. itu... saingan searah.

hal-hal dapat lebih menyenangkan jika kamu tau apa yang harus kamu lakukan pada saat ini terjadi denganmu dan orang yang kamu sukai..

1. pastikan kalian memang searah.. AWAS.. cinta itu buta, terkadang kita lupa bahwa orang yang kita
Share:

Serigala mengaum naga














Serigala mengaum naga..
Berjalan atas kematian dusta,
kita.. dan semua bualan yang telah tercuap dari bibir nista

kita

Serigala mengaku singa
langkah demi langkah
menyapa mentari setiap hari
berpeluh dingin berkeluh kesah
demi cakap puji dari mereka yang kurang berarti

adakah kita saat ini
masih mencari arti?
Share:

sentilan pagi pop ice mangga

Tidak ada yang lebih menyakitkan dari sebuah kegagalan. Hal yang mungkin pernah dirasakan semua orang. Entah kita sadari atau tidak, kita akui atau tidak, kegagalan adalah hal yang sangat menyakitkan. kita mulai akan berfikir apa gunanya kita hidup dan bertanya-tanya, apa yang kita inginkan, apa yang kita lakukuan apa yang kita fikirkan. Ini gila! namun dari semua kesakitan itu, gagal diantara orang-orang yang berhasil adalah yang tersakit dari semuanya. semuanya...

apapun yang kita rasakan adalah apa yang kita fikirkan. Beberapa orang masih mampu mengambil sebuah kekuatan didalamnya. yah... kau tau, terkadang kita harus sedikit turun untuk mencapai lompatan yang lebih tinggi. pagi ini, saya berfikir akan melompat.

bagaikan akhir dan dari sebuah cerita, inilah saya saat ini. mencoba kembali merajut kisah yang baru dimana, dengan masih menyisipkan pop ice mangga didalamnya. hey.. pop ice mangga. bukannya keras kepala, hanya saja saya tidak mungkin menyerah sebelum dia mengalahkan saya untuk membuang dirinya dari alur cerita. pop ice mangga.
Share:
Powered by Blogger.

Contributors

Blog Archive