Stories and Sh*t

Wednesday, September 26, 2012

personal honesty


Aku mengenalmu. setidaknya aku rasa aku mengetahuimu dan memang sedikit tertarik, waktu itu. Aku memang melihat fotomu beberapa kali, dan memperhatikanmu saat kau bersamanya, lagi-lagi waktu itu.

Kini aku pergi dan memiliki hal-hal berbeda juga waktu yang 'mungkin' teramat sulit. Untukku. Entah ini waktu yang tepat atau bukan, tapi terkadang... Aku bersyukur dulu pernah 'memfollow' twittermu. Dan mendapat sedikit waktumu hari ini. Mungkin juga hari-hari berikutnya.

Saat kau berkata, 'tuliskan sesuatu untukku'. Ingin sekali kuungkap..  ''aku tak yakin, tapi aku selalu memikirkanmu lebih dari orang lain. apakah kau mau...
'' tapi...

Ya, ada tapi yang sungguh besar menghambatku. Aku belum cerita padamu ya? Hahaha, aku takut kau terkejut, dan mungkin menjauhiku. Sedikit demi sedikit.

Well.. Seperti yang sama-sama kita ketahui, hidup ini sulit. Hanya saja, yah.. Bisa dibilang mungkin hidupku sedikit lebih sulit. Tenang saja, aku masih bersukur atas hidup yang indah ini. Dan semua ini membawaku pada suatu yang sejak dulu mungkin belum pernah ku rasakan. Kegagalan besar.

Aku mulai frustasi dengan masalah-masalah sesengguhnya. Ketika aku seumurmu, aku hanya berkata 'elleh' dan memang tak memikirkan hal-hal semacam ini. Walau aku merindukan masa itu, percayalah aku tak bisa lagi..

Semua segi. Keluarga, teman, keuangan,nilai. Semuanya dalam fase gagal. mungkin, 'texting time' bersamammu adalah hal yang paling menyenangkan untukku saat ini. Dan aku tak ingin kehilangan hal itu. Tak ingin.

semua hal tentang keberaanian dalam diriku memang mulai hilang, dan inilah aku sekarang. Semakin dekat dengan kertas dan tulisan. Hanya berani bercakap lewat jemari. Namun begitu kuharap kau mengerti.

tak semua hal menyedihkan. Ya, setidaknya masih ada kau, dan hal spesial antara kita. Satu-satunya hal spesial yang kita miliki, dan mungkin memang satu-satunya hal yang kita miliki. Adalah 'waktu yang terbatas'. apakah yang akan terjadi selanjutnya? apakah benar kita sendirilah yang menentukannya?

aku tau tak mungkin selamanya begini. Percayalah aku akan bangkit dari ini. Sampai saat itu tiba, kuharap kau bersabar.. jangan pernah pergi dariku, karna saat keberanian itu datang, akan kukatakan..

''aku memang tak begitu yakin, tapi aku benar menyukaimu. Maukah kau.......''
Share:
Location: Palembang, Indonesia

0 comments:

Post a Comment

at least, tell me your name to respond your coments, thanks.

Powered by Blogger.

Contributors

Blog Archive