Stories and Sh*t

Friday, February 15, 2013

memori, waktu itu...

jangan lupa baca artikel d'cupuz yang baru saja diperbarui.

            Hey dude, what’s up? Gaul kan :/. Yeah..
            Rasanya udah bertahun-tahun saya nggak ngepost di blog ini. Well.. I know no body miss me but.. I’ll keep writing babeh.. kali ini saya akan bercerita tentang orang-orang yang pernah jadi bagian dari masa lalu saya, sebagian dari mereka sebenarnya masih jadi bagian dari hari-hari saya. Ehm, cerita ini bakal panjang.. jadi bakalan terus berlanjut. Sebelumnya, saya meminta maaf kalau ada kesalahan cerita, semua itu disengaja. Kalau nggak suka, you can write me in your own way too. So here they are..
1. dear my best friend Aziz Imam Saputra
         
   Saya panggil dia njis, kami kenal waktu saya baru masuk SMP, dulu.. saya sama sekali nggak suka olahraga. Saya selalu memperhatikan guru dikelas, pendeknya. Saya pintar. Dan dia.. adalah orang yang paling percaya semua lelucon itu. Aziz ini orangnya ganteng, lumayan tinggi, lumayan pinter. Sayangnya, dia belum seberuntung saya.
            Sampe sekarang saya masih sering ngunjungin dia kalau lagi pulkam, yeah.. dia, istrinya, dan anaknya.
2. Hari Purnomo (kalau nggak salah)
            Kalau nggak salah sih itu namanya, lupa-lupa inget. Dalam semua cerita pasti ada ada pemeran antagonisnya. Nah… dia ini, orang yang konsisten jadi tokoh antagonis mulai saya kelas 3 SD sampai 3 SMP. bukan fiksi, tapi dia ini memang anak tunggal dari keluarga yang cukup berada, cerewet, suka mendominasi tapi tidak berhasil, suck, dibenci banyak orang. Persis! Kayak yang di film-film.
            Satu hal yang paling saya ingat dari dia adalah, dulu.. saat satu kelas saya di SD ngadain acara jalan-jalan bareng ke Palembang, tepatnya di International plaza mall. Sandal dia, kejepit di escalator.
3. Jejek (ini beneran namanya)
            Saya lupa nama panjangnya siapa, tapi dia adalah salah satu teman terbaik yang pernah saya punya. Orangnya nggak suka ngelawak tapi lucu. Bukan pegulat tapi kuat. Orang Indo asli tapi kulit putih, dan bibirnya merah. Entah siapa yang peduli bibirnya.
            Yah… jejek, seenggak saya masih inget namanya.
4. Ratna
            Kalau nggak salah nama panjangnya Ratna Sari, dia adalah cewek yang pinter, yang rajin yang cantik, yang akhirnya jadian sama temen deket saya, dan membuat saya mengubur mimpi saya kala itu dalam-dalam. Ehm.
            Saya inget, waktu SMP saya punya cerita yang waktu itu nggak membuat saya kepikiran tentang cerita ini. Dan baru akhir-akhir ini kepikiran lagi. Dulu waktu saya kelas 3 SMP, ada satu ruang kosong di sebelah ruang kelas saya. Biasanya saya nongkrong disitu bareng dua temen saya Aziz dan Deni, tapi enggak saat itu.
            Entah kenapa nggak ada satu orangpun yang masuk kesana waktu itu. kecuali saya, dan Ratna. Kami duduk sangat dekat, saya dan dia ngobrol dengan polosnnya. Saat itu saya sudah mulai menyukai wanita loh.. tapi belum punya nyali. Jadi, topik pembicaraan kami disana adalah… keris bertuah.
            Lagi asik nih.. tiba-tiba ada guru olahraga muda yang baru menjabat sebagai guru kelas 7. Dia agak kaget dan langsung masuk sambil bertanya.. “lagi ngapain kalian?” saya menjawab dengan polosnya “ngobrol”. Dia agak melotot dan keluar secara perlahan… obrolanpun berlanjut.
            Baru akhir-akhir ini saya kepikiran lagi hal itu, dan saya rasa saya mengerti, apa yang sebenarnya guru itu pikirkan tentang apa yang kami lakukan. Hahaha.. Ratna, dimanapun kamu.. saya masih inget.
5. Deni Suhaya
            Nama bapaknya adalah Suhana, dan anaknya Suhaya, wow. Dia adalah temen saya yang dari kalem tiba-tiba jadi sangar semenjak masuk STM. Tapi sukurlah, sifatnya sama saya nggak berubah. Dia, saya, dan Aziz sering maen bareng waktu kami masih SMP. sekarang dia kuliah entah dimana, Aziz ngemong anaknya dan saya stuck di Inderalaya.
Wherever you guys.. saya masih inget percakapan kita dibalik pagar belakang sekolah, diantara rimbunnya rumput dan pohon waru.
6. I’I safari
            Sunda-boy.. dia temen baik saya sampe kelas 6 SD. Nggak ngelanjut SMP katanya nggak ada biaya. Waktu itu, saya sering main ke belakang rumahnya buat makan buah coklat di kebun milik bapaknya. Bijinya kami kumpulin buat di jual.
            Hal yang paling saya inget dari dia adalah saat kami belajar, saya sering sekali menempatkan kaki saya diatas pahanya. Saat itu saya tidak menyadari senyumnya. Sekarang tentunya saya mengerti. Betapa sabarnya dia, saat  itu…
Itu dulu buat kali ini. Tentu saja ada banyak orang yang saya lewatkan, maafkan saya. Entah mengapa saya memiliki memory yang sangat terbatas. Belum di upgrade. Kalian pasti memiliki memori tentang orang-orang dimasa lalu kan? Kalau begitu cepat tulislah… sebelum kalian lupa, dan melewatkan ingatan berharga.
Share:

0 comments:

Post a Comment

at least, tell me your name to respond your coments, thanks.

Powered by Blogger.