Stories and Sh*t

Thursday, April 11, 2013

rutinitas mode


Saya duduk di pojokan dan mulai membuka laptop, browsing dan baca-baca komik di internet seperti biasanya. Liat-liat video unik dan buka akun sosial seperti biasanya. Sambil minum secangkir the gelas harga seribuan, yah… seperti biasanya. Saya yakin, ada jutaan orang yang saat ini melakukan kegiatan yang sama seperti apa yang saya lakukan.
Hidup, males, internet, minuman instan murah yang tentunya nggak sehat. Semua dimulai dari keinginan manusia untuk terlepas dari kebiasaan. Semua orang ingin ekstraordinary, tapi akhirnya apa? Toh pada akhirnya semua jadi kebiasaan dan rutinitas juga. Malah rutinitas yang aneh. Dan pada akhirnya, kita akan menuju dimana kebiasaan awal itu dimulai, kita menyebutnya… normal.

Sebagai salah satu contoh hasil ekstaordinary gagal yang simpel. Mari sama-sama kita perhatikan para alay-alay yang sekarang bertebaran di jejaring sosial, sms, bbm, line, dan lain-lain. Sejak kapan mereka disebut alay? Kalo kalian ingat-ingat lagi, dulu-dulu sekali waktu pertama kali kita sms-an, kita sms pake cara yang normal. Trus, datanglah para kreatif yang memodifikasi jenis sms agar terlihat lebih rame.. dari “halo bro, apa kabar?” menjadi “|-|@|_0 |3%0, @p@ K@|3@%?” wow! Dulu mereka ini, bukan disebut alay, tapi gahol. Akhirnya kita bosan dan risih dengan kreatifitas kita sendiri, dan kembali menuju hal-hal yang sebaiknya lebih normal.
Contoh ekstrim dari ekstraordiary gagal yaitu uranium. Dalam mata kuliah energy pertanian, Ir. Endo Argo Kuncoro, M. Agr. Menerangkan bahwa, tadinya banyak negara memperebutkan uraniaum sebagai sumber energi terutama listrik. Uraniaum tenaganya memang besar. Sangat besar. Namun demikian, saat ini negara-negara maju mulai ragu untuk menggunakannya karna tingkat ketelitian yang dibutuhkan untuk mengolah uraniaum haruslah sempurna, jika terjadi sedikit kebocoran… mutasi gen menanti. Maka saat ini, ada banyak dari negara-negara maju yang mulai kembali menggunakan tenaga alam seperti sinar matahari, angin, dan ombak.
 Sebagai informasi, paragraph sebelum paragraph ini mungkin nggak terlalu nyambung, anggap saja kuliah umum. Nah… masalah ekstraordinary ini, sebenarnya masing-masing masing dari kita unik. Terserah orang mau bilangnya apa. Kita punya gaya tersendiri, tapi selama kita masih mengikuti model, selama itu pula kita hanya bagian dari rutinitas zaman.
Kamu suka celana cut bray, why not? Walau sekarang lagi musim yang kuncup-kuncup bawah… nggak masalah, karna itu kita special. Kita punya selera. Kamu suka keroncong? Okelah.. cinta budaya berarti kan? Ini yang namanya ekstraordinary. Nggak punya facebook? Twitter? Nggak pake I phone? Santai… itu semua pilihan kalian. Nggak punya duit, nggak punya kendaraan, nggak punya pacar? Santai… itu nasib kalian.
Jadi apa yang kalian mau, selama itu nggak merugikan orang lain. Nggak usah ikut-ikutan. Kalo akhirnya kalian cuma jadi bagian dari rutinitas mode yang nggak penting. Nggak perlu malu akan pendapat kalian yang mungkin beda. Kalo ada yang mengejek, mungkin mereka belum cukup dewasa untuk mengerti. Stay calm, and do what you want to do. 
Share:

0 comments:

Post a Comment

at least, tell me your name to respond your coments, thanks.

Powered by Blogger.