Stories and Sh*t

Monday, April 8, 2013

sedikit beranjak dari pop ice mangga


Hari-hari memang cepat sekali berganti. Nggak kerasa sekarang blog ini sudah 4 tahun dan tanpa peningkatan apapun. Its ok. Nggak kerasa sekarang masa- masa SMA yang ‘katanya’ super asik makin terkubur dalam ingatan ‘saja’. Dan nggak kerasa teman-teman kita hidupnya udah naik level jauh diatas kita. Ouch..
Tapi saya tidak akan membahas masalah level hidup saya yang sedang ‘stuck’ gini-gini doang, karna itu nggak akan ada habisnya. Sedikit pesan buat kalian yang mungkin merasakan hal yang sama, saya ingetin.. hidup aja udah anugrah, apalagi kelima indranya komplit dan berfungsi dengan baik, itu anugrah ++. Sukuri. Masalah? Ya, semua orang punya masalah… coba deh kalian berhenti sejenak, dan melihat sekeliling. Kalo emang masalahnya sulit diselesaikan, lupain sejenak dan lakukan apa yang bisa kalian lakukan saat itu. ‘Trust me, it works’
*pamer otot, *salah iklan
Katanya sih untuk jadi penulis yang baik harus menyampaikan pesan positif di setiap tulisannya. Itu tadi pesannya, walaupun rada-rada nggak nyambung.
Oke, ‘so… hay again, first post on April’  ya. Awal bulan ini saya disodori oleh nasib-nasib yang sangat tidak menentu, beasiswa terhambat. Bahkan akomodasi buat kuiahpun sulit. Untungnya masih ada temen-teman baik di Palembang yang senantiasa membantu saya menjalani program irit. yup.. hari libur, lagi-lagi numpang tidur numpang makan di rumah teman. Uhuk uhuk…
Ngomong-ngomong soal temen yang baik hatinya (ehmm ehm), kemaren kami sempat reuni dan ngumpul ngumpul sama salah satu temen yang sekarang sudah jadi polisi. Wow! Dia ini dulunya (dan mungkin sekarang masih sedikit) jadi part paling asik di antara kami. Pusat perhatian, buat dipermainkan. Hahaha.. tapi masih dalam level normal kok, sesama teman. Namanya Ahmad Kurdi Pratama. Baca artikel D’cupuz.
Saya inget sekali dulu dia yang berbadan kurus tinggi bagai tulang berlapis kulit saja. Bayangkan, dulu saat tinggi saya 162cm dengan berat 51 kg, dia sudah 178cm, namun dengan berat badan yang sayangnya ‘dibawah’ saya. Apa itu? Dan ketika saya melihatnya lagi kemarin… otot, semuanya otot. Kalo itu photo, pasti saya mengira itu adalah photoshop.
Jadi waktu itu adalah hari sabtu, sebagai pengayom teman yang baik… pak polisi ini mentraktir kami semua makan steak. Sebenernya saya agak gimana gitu, steak itu Cuma daging doing, dan itu mahal. Untung yang ini gratis. Ehm, sebenernya… ini hari pertama sayamakan steak. Menu steaknya.. kertas hitam, nama kerennya “black paper”.  Apaan lah itu.
Hal pertama yang saya pelajari, wadah tempat steak itu panas, kayak dipanggang di tempat aja steaknya. Saya pegang? Iya. 2 kali. Tangan? Agak merah-merah dikit. Malunya yang nggak tahan. Hal kedua, steaknya juga panas. Dan kalo mau nunggu dingin harus dikipasin selama seminggu. Jadi makannya harus sedikit-sedikit. Saya? Sekali banyak. Lidah? Prcaya apa enggak, jadi sariawan dan itu sampai sekarang.
Saya nggak ngerti kenapa orang-orang suka makan disini. Ini sih menurut saya bukan makan, tapi nyemil. Mana nggak ada minumnya lagi, harus beli minum lagi yang harganya juga nggak murah. Namun lagi-lagi, untungnya ini gratis.
Saya jadi membayangkan kalo setiap harinya saya makan makanan ini. Kira-kira apa yang akan terjadi? Coba fikir, kalo saya yang setiap harinya makan sebakul nasi (atau mungkin lebih) ini, dan ditambah lauknya juga memiliki berat badan 56 kg. makan daging sepotong ini mungkin akan membuat saya…. Ah sudahlah.
Tapi satu hal yang paling saya sukuri dari pertemuan steak ini adaah teman-teman yang selalu ada untuk saya. Mungkin saya tidak menyadari selama ini, namun mereka memang sudah menjadi bagian besar dari hidup saya.
Kondisi yang seperti ini membuat saya selalu bersukur akan apa yang saya miliki dihadapan saya. Melupakan kejadian-kejadian berat yang telah menimpa. Membuang kenangan-kenangan kesedihan yang sebenarnya tidak begitu penting. Dan perlahan… melupakan pop ice mangga.

Wooooooowww!!!! Yeeaaahhhhhh…
Share:

0 comments:

Post a Comment

at least, tell me your name to respond your coments, thanks.

Powered by Blogger.