Stories and Sh*t

Thursday, June 13, 2013

cuma inget, terus iseng nulis.

Waktu sendiri seperti sekarang ini sering membuat saya berfikir tentang hal-hal yang telah lewat, dan mulai menuliskan beberapa kata yang lumayan tidak penting. Seperti sekarang ini. Saya jadi ingat semasa saya kecil dulu, saya adalah seorang yang sangat penakut. Sebenarnya sekarang juga, tapi penakut ukuran dewasa.

Momen yang selalu saya ingat adalah… ketika saya harus meletakkan piring kotor sesudah makan malam ke dapur, dan untuk itu saya harus melewati muka kamar mandi gelap dengan pintunya yang terbuka. Percaya atau tidak, saat menuliskan inipun saya masih merinding.


Kelihatannya konyol, tapi beneran saat malam tempat itu sungguh tidak terlihat bagai kamar mandi (dimata saya). Gelap… bagai lubang hitam yang siap menyedot kita entah kemana. Dan seperti…. Oh ya, mengenai tantangan berat melewati muka kamar mandi ini, saya selalu gagal.

Waktu SMP saya sempat punya kamar sendiri, cukup nyaman dan… teramat terang. Ya, saya masih takut saat itu. Dan kamar itupun seringkali tak dihuni pemiliknya. Saya masih takut sendirian. Jadi setiap ada kesempatan, saya akan tidur didepan TV bersama adik saya. Well… saya harus pastikan dia tertidur duluan tentunya.

Saya sempat berfikir bahwa rasa takut ini akan terbawa sampai saya dewasa, memang apa pula yang dapat merubahnya? Untungnya, saya salah… rasa malu itu memang jurus yang dahsyat untuk mengalahkan rasa takut, tapi tentu saja harus digunakan secara perlahan. Contohnya ni waktu saya SMA, saya mulai dengan jalan-jalan keluar pada malam hari sendirian. Dengan terangnya kota Sekayu? No problemmo.

Dan sekarang di sinilah saya, sementara teman yang lain tertidur pulas saya mengetik beberapa baris kata yang mungkin belum layak untuk dinikmati. Nggak papa. Seenggaknya masih ada aja pelajaran yang bisa diambil, walaupun sebenarnya kita semua pasti dapat pelajaran ini dengan sendirinya, siapa tau beberapa dari kalian tidak menyadari. Segala sesuatu itu berjalan, masalah hari ini mungkin terlihat sama dengan esok dan esok lusa, namun percayalah itu tidak sama. Semua diatur berdasarkan ritme, tinggal kitanya yang harus ikut bergerak.


Fiyuuuhh… ada apaan tuh di belakang kamu?
Share:

0 comments:

Post a Comment

at least, tell me your name to respond your coments, thanks.

Powered by Blogger.