Stories and Sh*t

Sunday, June 9, 2013

kejadian-kejadian


Holla hallo semuanya. Nggak terasa udah Juni aja nih. Waktu emang gitu, sering banget jalan duluan nggak ngajak-ngajak. Akhirnya kita ketinggalan deh, jadi manusia masa lalu yang tak bisa melupakan hal-hal yang telah lewat. Ujungnya, gagal move on. Semoga kita semua nggak gitu ya, dan selalu berlimpah kebahagiaan. Amiiin.

Nah… karena sebenarnya saya belum ada bahan posting, makanya saat ini saya mau share tentang pengalaman –pengalaman keberuntungan yang pernah saya lewati. Mungkin tidak menarik, tapi semoga bisa membuka ingatan kalian dan tentu saya agar selalu bersyukur atas segala kebaikan yang telah terjadi.


Dimulai saat saya dilahirkan pada tahun 1994. Saya menerima keberuntungan pertama karena lahir dengan selamat walau prosesnya bersamaan dengan lindu (gempa kecil) yang terjadi di wilayah setempat. Waktu itu juga jamannya paceklik, mencari uang sangatlah sulit terutama untuk keluarga menengah kebawah seperti kami, saya beruntung tidak mati kelaparan. Walau saya tidak memiliki secarik foto-pun dimasa kecil saya.

Naik sedikit pada usia 4 tahun. Mungkin bekasnya sudah tak terlihat, namun kepala saya pernah menjadi korban ketajaman parang (golok panjang) seorang buruh harian terbas di perkebunan tempat saya tinggal. Saya tidak mengingat apa-apa pada kejadian itu. Tapi sepertinya memang lebih baik begitu.

Saat berumur 9 tahun saya sudah menginjak kelas 5 SD, waktu itu ceritanya saya pulang kampung mengendarai sepeda motor bersama ayah dan kakak perempuan saya. Saat berpapasan dengan sebuah truk, tiba-tiba dari balik truk terdapat pengendara lain yang ingin menyalip dengan kecepatan tinggi. Tabrakan tak terhindarkan tepat disebelah truk tersebut. Beruntungnya… kami semua terpental kearah luar jalan, bukan kearah truk.

Naik ke tingkat SMP saya sudah biasa mengendarai sepeda motor sendiri. Waktu itu bulan Ramadhan menjelang Hari Raya Idul Fitri, saya dan adik sepupu sedang mengendarai sepeda motor melintasi dua kecamatan dengan total jarak 120 km. saya yang pegang kemudi, sialnya… saat itu saya mengantuk. Dan itu diatas sepeda motor yang masih berjalan dengan kecepatan kira-kira 65 km/ jam. Benar-benar anugrah saya masih hidup saat ini, karena ternyata sepeda motor yang saya kendarai menepi sendiri ke pinggir jalan. Saya terbangun. Kami selamat.

Nah… baru 2 hari kemaren ni, saya nyebrang jalan ngak pake liat-liat. Hampir aja saya keserempet sepeda motor yang melintas lumayan ngebut. Kejadiannya Cuma sekejap dan kayak nggak berasa apa-apa, tapi saya tau. Ada Sesuatu yang menjaga saya, terimakasih… untuk kesekian kalinya terimakasih.
Yuhuuuu… iitu tuh pengalaman –pengalam beruntung saya, kalian pasti punya juga kan? Di syukuri ya hidupnya.


Alhamdulillah..
Share:

0 comments:

Post a Comment

at least, tell me your name to respond your coments, thanks.

Powered by Blogger.

Contributors