Stories and Sh*t

Sunday, July 7, 2013

Pelajaran dari sebuah video game

sumber gambar

Untuk kalian yang mungkin juga merasa, jadi begini ceritanya… beberapa hari yang lalu saya baru saja menyelesaikan sebuah game yang judulnya sleeping dogs. Ini game yang keren, kalau kalian cari review-nya, game ini masuk top 10 open world  game of all times. Tapi saya tidak akan menulis tentang game ini. Saya akan menulis, tentang apa yang saya dapat sesudah menyelesaikannya.

Karena bersifat open world game (sejenis dengan gta IV atau san andreas), maka game ini seolah-olah menjadi diri kita di dunia tersebut. Kita bisa melakukan hal-hal lazim seperti makan, minum, tidur, dan mengendarai mobil. Tapi tentu saja, jika tak ada misi… semuanya terasa hambar. Karena pada dasarnya keasikan utama game tersebut adalah menyelesaikan misi demi misi. Semua hal yang (tadinya) tampak lebih menyenangkan selain menyelesaikan misi, jelas terlihat sebagai tambahan-tambahan yang tidak terlalu penting jika misi itu sendiri sudah habis/ tamat.
Merasa kesenangan dari game tersebut belum hilang, sayapun membukanya lagi beberapa saat yang lalu. Saya mencoba mengulangi lagi langkah demi langkah game tersebut mulai dari awal. You know what I feel after that? Saya merasa… game ini tidak semenyenangkan yang saya fikir. Apakah penilaian saya sebelumnya salah? Then I realize…
Tentu saja penilaian saya sebelumnya tidak salah. Game sleeping dogs itu keren dan memang salah satu game open world terbaik. Hanya saja, jika momen itu memang berjalan seperti seharusnya. Sama, seperti apa yang terjadi pada diri kita masing-masing di dunia nyata. Ya.. bisa dibilang hampir sama persis.
Goal dan misi dunia nyata tak akan pernah habis, itu saja bedanya. Jadi seperti game kompleks, yang punya banyak game lain di dalamnya. Semua hal diluar goal tersebut terlihat lebih menyenangkan. Jadi jika kita tak segera menyelesaikan misi-demi misi, kita akan terjebak pada hal-hal yang kurang penting. Bisa jadi untuk selamanya.
Nah... terkadang, kita pernah menyelesaikan suatu misi dengan sangat baik.  Misi itu menjadi sangat mengesankan dan tak terlupakan untuk kita, kemudian kita mulai berangan-angan… “seandainya saya bisa seperti waktu itu lagi”. Kemudian kita mulai lupa, misi-misi yang menanti di hadapan. Can you see what I mean?
Yah… saya memang punya kenangan masa-masa dimana saya jauh lebih baik dari sekarang, dan mungkin kalian juga. Saya sering kali bertanya-tanya, kemana diri saya yang dulu. Namun tentu saja, sebenarnya saya masih yang dulu. Hanya saja, tentu saja momen itu sudah tidak tepat lagi untuk dibawa ke masa sekarang. Kita harus move on dari masa lalu.
Sesuatu yang tak terlupakan dimasa lalu, yang kita anggap sangat berharga. Akan menjadi tetap berharga, jika hal itu tetap berada di masa lalu.

Kesimpulannya… saya butuh game baru. 
Share:

0 comments:

Post a Comment

at least, tell me your name to respond your coments, thanks.

Powered by Blogger.

Contributors

Blog Archive