Stories and Sh*t

Monday, July 22, 2013

the show


Kalian punya idola? atau acara tv favorit? Atau acara radio? Apapun itu yang sudah berhasil membuat kalian menikmati semua yang mereka tampilkan atau suarakan pada kalian. Pada dasarnya menghibur, lebih dasarnya lagi mengobrak-abrik emosi dan imajinasi kalian atau bahkan… membuat kalia terobsesi.
            Saat kalian menikmati sesuatu yang pada dasarnya adalah sebuah acara yang dirancang untuk dinikmati, tentunya mereka memang beradegan seperti apa yang kalian inginkan. Yang biasanya…. Tidak akan terjadi pada hari-hari kalian yang nyata. Kalaupun memang kejadian, selamat ya! Kalian menjadi bagian dari ketidak mungkinan.

            Diluar sana, orang-orang yang kita bayangkan kisahnya itu juga memiliki kisah mereka sendiri. Beda dengan kalian (atau kita), sepertinya mereka tidak membayangkan kisah mereka dengan kalian-kalian yang jumlahnya begitu banyak. Mungkin mereka juga tidak ramah seperti apa yang mereka katakana pada kalian di akun sosial mereka. Mungkin saja mereka juga tidak sedewasa apa yang kalian bayangkan. Bahkan mungkin mereka tak menyukai kalian. don’t be shock, karna apapun yang kalian lihat pada media yang bisa membuat mereka semakin eksis itu, is just the show!
            Saya tidak pernah menjadi bagian dari bidang hiburan semacam ini. Saya juga tidak terlalu mengerti, tapi untuk masalah seperti yang saya sebutkan sebelumnya… tentu tidak sulit untuk mengetahuinya. Mereka adalah orang-orang yang sama seperti kita. Kalian mengidolakan mereka, mereka mengidolakan orang lain. Kalian menyelipkan mereka dalam kisah kalian, well.. mereka telah berada dalam kisah orang lain.
            Tentu saja saya tidak meng-generalisasikan mereka semua dalam orang-orang yang tidak perlu kalian harapkan, mungkin ada sedikit pertimbangan untuk sebuah keajaiban. Tapi tentu saja… tidak terjadi pada semua orang. However, u better stop.
            Ini artikel jadi serius amat. Nggak… nggak harus berhenti ngidol sama orang kok, tapi jangan ngarep yang macem-macem ya. Makannya, kalo kita ngidol sama seseorang itu harus punya alasan yang baik, seperti mengagumi karyanya. Dengan begitu, kita bisa termotifasi untuk menghasilkan karya juga.

            Contoh yang kurang baik itu, kalau kita ngidol sama orang karena alasan-alasan nggak jelas seperti dia itu ganteng! Atau dia itu seksi! Atau dia itu terlihat ceria, dan beda. Apanya yang beda? Orang-orang seperti ini yang biasanya punya ekspektasi lebih pada hal-hal yang tidak mungkin seperti, gue bakal nikahin lo. Yang ada, kalian kemungkinan jadi psikopat yang berpotensi membahayakan nyawa mereka. Poor.. kalau kalian menjadi bagian dari mereka, saya sarankan kalian periksa ke dokter atau psikiater, jelas ada gangguan pada otak kalian. nah… kalau kalian sudah bener-bener mau berobat dan sudah menemukan tempat yang tepat, hubungi saya di twitter @Bocup ya, kita berobat sama-sama. Ehm…
Share:

2 comments:

at least, tell me your name to respond your coments, thanks.

Powered by Blogger.

Contributors

Blog Archive