Stories and Sh*t

Saturday, May 10, 2014

GALAU new edition!


                Galau oh galau… selama ini saya memandang sikap galau dari sudut pandang yang mungkin berbeda dari kebanyakan orang. Mungkin juga bukan beda, tapi kurang deskriptif dan membuat orang yang baca malah makin bingung. Hahaha… soalnya kemaren nulisnya di tambahain embel-embel perasaan. Tapi sekarang saya mau cerita lewat sudut pandang orang ketiga, alias si objek galauers-nya itu orang lain.

            Galau, galau itu sebuah perasaan bingung yang biasanya hanya dikaitkan dengan masalah percintaan. Ciri-ciri galau itu sendiri biasanya… perasaan resah dan tidak tenang, sering melamun dan mikirin hal-hal ringan yang kayaknya mungkin padahal nggak mungkin, dan perasaan campur aduk antara benci dan saying atau rasa ingin memiliki yang tinggi. Dapat terjadi pada laki-laki, perempuan, atau… ah entahlah.


            Orang yang galau akan berubah sikapnya. Ada yang tiba-tiba jadi kalem… ada yang tiba-tiba jadi bijak… ada yang tiba-tiba jadi sinting. Semua itu tergantung penyebab kegalauan itu sendiri dan kadar galaunya. Galau punya kadar? Iyalah… dari yang ringan sampe yang ekstrem… buat gambaran kamu aja ya, galau antara dua pilihan pasangan, ama galau ditinggal mantan kawin itu beda kadarnya. Jelas bedanya.

            Nah… buat kamu yang mungkin saat ini merasa sedang galau atau apapun itu namanya alesan kamu. Kamu harus berhati-hati karena mungkin hal itu mengganggu sebagian besar keseharian kamu. Ciri-ciri kalo kegalauan itu sudah meracuni hidupmu adalah… kamu mulai memikirkan “apapun itu yang bikin kamu galau” di saat-saat kamu seharusnya merasa bahagia. Contoh kamu naik jet ski sambil nangis mikirin mantan, itu bener-bener udah kelewat galau. Atau kamu sudah memikirkan rencana-rencana nggak logis untuk memuaskan hasratmu yang nggak kesampaian, seperti nyantet calon suami mantan kalian. eh… saya nggak ngasih ide lho.

            Jangan sampai galau mengganngu hidupmu lebih lama lagi.. survive! Iya nggak mudah. Saya sendiri ngerti apa yang kamu rasakan, percayalah… saya sampe nulis cerita kegalauan saya berlembar-lembar banyaknya di blog ini. tapi… selalu ada jalan keluar.

            Step by step… jalani aja pelan-pelan boss, tapi harus dijalani.

1.      Terima keadaan kamu

Saat ini kamu adalah seseorang yang galau dan sedang membutuhkan teman yang cukup pengertian untuk ngejagain kamu biar nggak nyilet-nyilet tanganmu saat kamu sedang sendiri. Sadari itu dan akauilah. Nggak usah sok ngeles dan ngebohongin diri kamu sendiri.

2.      Percaya sama diri kamu

Kamu adalah manusia hebat yang memiliki banyak potensi untuk menjalani seluruh hidupmu yang luar biasa. Saat ini, misi kamu adalah untuk dapat menerima keadaan dan menikmati hidupmu sendiri, tanpa dia. Iya kamu lagi sakit, iya kamu masih luka. Akui itu, tapi jangan lupa juga untuk percaya bahwa kamu bisa melalui itu semua tanpa bekas potongan silet di tanganmu. Everything is gonna be okay, dude.

3.      Terus jalani hidupmu “saat ini”

Ini tahap yang paling susah nih… sayangi hidupmu saat ini untuk masa depanmu. Kamu melakukan kesalahan di masa lalu makannya saat ini kamu sampai galau. Jangan sampai kamu menyia-nyiakan hari ini juga dan membuat hidupmu di masa depan makin terpuruk. Ayo hidup hari ini. caranya? Mulai sayangi teman-temanmu dengan orientasi yang bener-bener sayang tanpa rasa ingin memiliki. Tekan rasa ingin memiliki kamu jadi rasa untuk membahagiakan orang lain. Convert tujuan kamu dari meminta menuju ke memberi… biar apapun yang terjadi, nggak ada salahnya melakukan kebaikan. Jangan menjelek-jelekkan orang yang ada di masa lalu kamu, biarlah yang di belakang tetap di belakang.

4.      Cintai orang lain dengan porsi lebih.

Ini yang sebenarnya paling dihindari untuk dilakukan. Karena kamu bakal bingung antara mencintai atau hanya pelampiasanmu saja. Otak kamu sering menipu kamu dan membuat kamu yakin pada awalnya seolah-olah kamu benar-benar mencintainya. Padahal….

Tapi nggak seterusna begitu, kuncinya tadi ya itu… mulai convert diri kamu dari meminta jadi memberi, dari rasa ingin memiliki jadi rasa ingin membahagiakan. Kalo kamu memang mau mencintai orang lain untuk menghilangkan kegalauanmu, pastikan kamu nggak punya misi buat dapetin apa-apa dari dia. Apalagi buat bales dendam karena mantanmu juga udah punya yang baru. Kalo tujuan kamu seperti itu, mendingan jangan.

Nah… itu pandangan objektif saya mengenai rasa galau. Hehehe, itu merupakan artikel full berbasis opini, jadi jangan serius amat kalo mungkin-mungkin nggak masuk sama pendapat kalian or whatever…

Buat kamu yang mungkin saat ini merasakan galau berat seperti yang saya deskripsikan diatas, selamat mencoba tipsnya. Semoga kalian semua terbebas dari perasaan tak menentu itu dan mulai balik lagi ke kehidupan normal. Kalo nggak berhasil dengan tips itu, ya terakhir saya Cuma bisa nyaranin untuk menyerahkan semuanya pada waktu. Makannya terus hidup biar waktu yang menyembuhkan segalanya. Hahahaha

Stay strong browww!
Share:

0 comments:

Post a Comment

at least, tell me your name to respond your coments, thanks.

Powered by Blogger.

Contributors