Stories and Sh*t

Monday, May 26, 2014

mimpi, perkiraan, dan kenyataan


                      Lihat cerita para blogger ini, ada yang mencari uang… ada yang mencari tempat pelarian.. ada yang emang passion ke arah nulis. Cerita, dan mimpi yang kita baca, dengar, lihat dan alami memenuhi ekspektasi setinggi jagat hingga akhirnya kita lupa pada kenyataannya sekarang. Kita terbangun pada cerita yang berbeda.

            Saya? Iya saya menjadi salah satu korban yang memenuhi mimpi dengan segudang ekspektasi yang sebenarnya sudah saya ketahui sendiri adalah hal yang “mungkin” tidak mungkin. Jadi penulis itu harus rajin dan berpengetahuan tinggi. Saya tidak, tapi saya mau belajar. Jadi penulis itu harus mau giat dan nggak mudah bosan buat terus menulis, sejak taun 2011 saya sepertinya sudah cukup giat. Jadi penulis itu nggak bisa kaya, dan beresiko tinggi saat kamu gagal… jadi kalo ekonomi keluargamu dibawah (bukan menengah kebawah), mending nggak usah ambil resiko. Oke, fine…


            Padahal inspirasi bisa dateng dari mana aja. Contoh saya yang pernah nembak cewek dan nunggu selama 2 bulan akhirnya pacaran selama satu minggu. Itupun diputusin dengan cara yang absurd. Nggak bales sms. Keliatan banget setting-an. Dengan cerita ini saya bisa memecah dan menjadikannya alur cerita sebanyak beberapa paragraph… paragraph pertama akan menjelaskan bagaimana saya, paragraph kedua bagaimana dia, paragraph ke tiga bagaimana pandangan saya padanya, selanjutnya kisah yang terjadi hingga kami putus.

            Atau cerita saat saya masih SMP dulu, perawakan saya yang cebol membuat saya malu untuk mengutarakan perasaan pada perempuan, (cebolnya masih sampe sekarang). Kami selalu bersaing dalam hal pelajaran, dia selalu ada didepan saya. Seperti halnya hati saya yang selalu mencoba mendapatkannya dari belakang, namun ia terus melaju kencang. 3 taun pengalaman suka duka di SMP dan ketemu dengan dia hampir setiap hari, cerita ini juga menimbulkan intrik saat dia akhirnya jadian dengan salah satu teman terdekat saya. Cerita begini, bisa jadi satu bab. But for what…

            Saya orangnya nggak muluk-muluk, kamu baca apa yang saya tulis aja saya sudah merasa senang. Apalagi jika tulisan ini memberi tambahan masukan atau sedikit pencerahan buat kamu. Bukankah itu tujuan utama tulisan ini diciptakan. Untuk menyampaikan pencerahan. Komunikasi.

            Sorry kalau sedikit ngeluh atau spoiler hal-hal yang nggak jelas. Tapi kehidupan para blogger yang punya sisi lain ya begini. Untung kalo saya bisa jadi kaya shitlicious, walau sulit. Kalo raditya dika sih kayanya udah nggak kesampaian. Dia SMA jaman dulu aja udah bawa mobil walau nggak keren. La saya SDnya aja jualan Koran.

            Kita emang punya batasan dan saya sadari itu. saya sadar saya ingin jadi penulis dan saya masih menyimpat mimpi itu. ekspektasi itu ada sampai saat ini walau kecil harapan kenyataan akan berkata sama. Saya menyadari resikonya, makanya saya dan kamu-kamu-kamu harus terus maju seiringan dengan mimpi kita. Bekerja keras agar tidak terlalu sakit jika suatu saat bangun dengan kenyataan yang berbeda. Teruslah genggam inginmu itu. fuck what happen, just keep moving keep running. You never know-

            Karena apapun yang terjadi, kita tetap bisa terus menulis. Disini.

Share:

2 comments:

  1. Aku juga mau jadi penulis kok :)
    Yang bisa kita lakukan ya cuma terus mencoba dan belajar menulis hehe

    kalau berkenan, mampir balik ke blog aku ya
    anisaoktariani.blogspot.com

    ReplyDelete

at least, tell me your name to respond your coments, thanks.

Powered by Blogger.

Contributors