Stories and Sh*t

Saturday, September 6, 2014

negative habit yang bikin susah move on


                Apa yang kita fikirkan tentang keburukan-keburukan yang sudah sudah kita lakukan, membuat kita tetap berfikir dijalan itu. Pada akhirny, ekspektasi atau prediksi kita tentang kelakuan orang yang (mungkin masih) kita sayangi saat ini ya seputar hal-hal buruk itu saja. Padahal belum tentu. Ini nih... negative habit yang biasanya sering membuat kita susah move on. Sorry mungkin konten bacaan blog ini nanti agak dewasa, tapi ya memang intinya kesitu.

            Misal nih... kamu pernah punya pacar yang sangat kamu sayangi, tentunya juga sangat sayang sama kamu. Dulu, kalian masih terlalu labil untuk melihat batasan cinta dan kasih sayang itu dengan jelas... makanya perlahan-lahan kalian mulai keluar jalur, dan menapaki jejak-jejak yang menyenangkan itu. Alias mesum-mesum dikit (atau banyak) atau apalah...


            Iya bener kalian itu dulu bener-bener saling sayang, Cuma masih sama-sama begok aja... terus kalian melakukan hal-hal kurang baik itu juga sama-sama untuk pertama kalinnya. Nyobain hal-hal baru emang asik sih... apalagi nurutin napsu. Beh... mau nyoba? Kalo yang cowok mah nggak usah disuruh (hampir semua) udah pasti mau nyobain. Asal dikasi kesempatan. Inget ye, asal dikasi kesempatan.

            Pada suatu hari, boom... tiba-tiba kalian putus, dan kamu pastinya galau. Galaumu itu nggak berenti-berenti untuk waktu yang terlalu lama. Apalagi kalau mantanmu udah punya pacar lagi, mampus rasanya kaya mau bunuh diri, hahaha... tapi nggak usah. Fikiran kamu biasanya nggak bisa lepas dari dia, dan yang kamu fikirin adalah... “kegiatan mesum dia selanjutnya bersama pacar barunya. Bagaimana bisa dia merelakan hal sekeji itu terjadi padanya, dan dia pasrah malah menikmatinya. Kamu nggak bisa bilang itu buruk karena toh dia juga melakukannya denganmu. Hayyoo...” padahal belum tentu dia gitu.

            Masih di fikiranmu... “kamu ingin mati, atau dia yang mati, atau tiba-tiba lupa dengan dia, atau dia menderita di depan matamu. Tapi jauh di lubuk hatimu, sebenarnya kamu hanya mau dia kembali padamu.” Itu.

            Tragis kan... kalo udah terlanjur emang susah sih, baik cowok ataupun cewek. Mesum yang saya maksud disini bukan Cuma berhubungan badan ya. Termasuk peluk-pelukan nggak jelas, ciuman dan grepe-grepe ala dosa-dosa nanggung milik ABG itu juga udah kelewat bates dan tergolong mesum. Nah... kalo nggak mau galau berlama-lama oleh hal tersebut, (karena biasanya proses yang nggak baik menghasilkan sesuatu yang pastinya nggak baik juga alias bubaran/putus ), pastiin bahwa kamu... (dan orang yang kamu sayangi)...

Tidak melakukan hal-hal tersebut.

Kalo udah terlanjur, pastiin dia menjadi orang yang lebih baik saat putus sama kamu. Mungkin jadi remaja masjid atau gimana gitu.

Kalo dia nggak berubah, sebisa mungkin deketin dia sama orang yang bau parfumnya lebih wangi dari bau ikan asin si dia. Kerennya, deketin dia ama cowok/cewek yang baik... yang insyaAllah mampu menuntun dia kearah yang lebih baik dari yang pernah kalian lakukan. Hal ini memang terasa sangat menyakitkan diawal, tapi percaya deh... akan sangat-sangat melegakan jika kamu sudah mencapai tahap dewasa, dan mengerti ini adalah hal yang benar.

Nggak bisa juga? Berarti balik aja ke diri kamu sendiri... kamu yang harus usaha memperbaiki diri kamu untuk menjadi yang lebih baik untuk –dia- yang lain yang ada di masa depanmu. Plus, with a little luck, mungkin kamu malah menginspirasi mantanmu itu untuk menjadi yang lebih baik juga. Saat kalian sama-sama dewasa, kalian akan sadar tentang kesalahan kalian dan mampu memperbaikinya. Bukan hanya melupakannya. Dan kamu, akan menjadi pribadi yang anti galau!

Be positive, jangan pikirin jeleknya... pikirin gimana caranya biar jadi baik.

Yowyow... your welcome yow...

Share:

0 comments:

Post a Comment

at least, tell me your name to respond your coments, thanks.

Powered by Blogger.