Stories and Sh*t

Thursday, February 12, 2015

a friend



            Saya mengenal seorang perempuan yang begitu hebatnya. Dia yang mampu saya perhatikan secara langsung berjuang keras hidup dengan layak, melawan bosan menahan penat sedari subuh hingga tengah malam mengejar kebahagiaan yang mungkin saja didapatkan. Bukan untuknya, namun untuk orang-orang yang bahkan mungkin tak menyadari betapa beruntungnya mereka untuk mendapatkan kasih sayangnya yang begitu dalam. Orang hebat itu adalah Ibu saya, dan saya adalah salah satu orang beruntung itu, yang paling beruntung.

            Yeahh… well that could be a great story, tapi sekarang saya tak akan bercerita tentang ibu saya. Kali ini, saya akan menceritakan perempuan terhebat kedua yang pernah saya kenal selama dua puluh… um… yah, dua puluh satu tahun perjalanan hidup saya. Seseorang yang mungkin sebelum bertemu dengannya saya akan menyangkal keberadaan manusia yang seperti itu. Namanya, adalah Jessica.


            Pertama kali saya mengenalnya, klasik. Di sebuah tangga menuju lantai tiga gedung dekanat fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya. Saat itu kami mengikuti kontes king and queen pada semacam acara ospek fakultas, yah… mahasiswa baru. Walau kami berdua sama-sama tidak menang, tapi sekarang saya tau bahwa dia memang benar-benar ratu. Saya? Hanya hasil pilihan acak yang salah.

            Saya dan salah satu teman saya yang biasa dipanggil robby sering membicarakannya. Kami berbincang tentang bagaimana kami yang mungkin tidak akan pernah bisa menjadi pasangan hidupnya. Yang mungkin tak akan pernah mampu mengejar ilmu-nya untuk menjadi imamnya. Dan berbincang tentang bagaimana kami hampir yakin bahwa dia bahkan akan menjadi pemimpin keluarga yang lebih baik dari pada kami. Hahaha…

            Dia, Jessica… memiliki suara yang unik. Unik yang saya maksud mungkin juga mengarah ke aneh atau lucu, apapun itu. Besar dan gagah seperti laki-laki. Suaranya, jujur saja tidak cantik. Tapi saya mengamati hal yang berbeda. Suara itu, seperti mewakili hatinya yang teguh dan memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Suara yang siap mengutarakan apapun yang menurutnya benar. Bukan suara yang biasanya digunakan untuk merayu dan merengek… dan itu cukup membuat kagum siapapun yang mengerti.

            Dia cantik dan membungkus parasnya dengan jilbab yang benar. Dia jujur dalam setiap ujian yang saya ketahui, dan dia tidak suka berbicara lelucon jika itu (menurutnya) tidak benar. Dia ramah dan bersosial dengan baik terhadap semua orang. Tidak hidup dalam kemewahan dan tidak pernah saya dengar dia mengeluh. Dan ini yang paling saya gemari, dia suka sekali berdiskusi masalah agama.

            Pekerja keras. Jessica adalah pekerja keras hingga menjadi orang special yang mampu lulus dari program studi teknik Pertanian Universitas Sriwijaya hanya dalam waktu 3,5 tahun. Saya memiliki waktu yang cukup sulit memahami apakah dia pintar atau tidak karena apapun masalahnya, dia akan menyelesaikannya. Dia membuat saya sempat berfikir bahwa kepintaran tidaklah penting, selama kita mau bekerja keras, kita bisa menyelesaikan masalah apapun.

            Dia…. Adalah jenis orang yang jika kamu mintai tolong dengan serius, akan menanggapinya dengan lebih serius lagi. Sulit dipercaya bahwa gadis seperti itu benar-benar nyata dan hidup dalam keseharian saya. Tidak ada manusia yang sempurna, I know that… tapi apapun ketidak sempurnaan-mu itu Jessica, saya piker itu bukan masalah besar lagi.

            Selamat eh la lulus, hahaha… aku dak akan bawak bunga apo lagi patung sarjana untuk hadiah wisuda agek. But I pray for you, that even I know the world is not fair, may be just this once… for such a fair girl like you, it would be fair to you. Semoga selalu jadi perempuan terhormat yang beguna untuk Apo yang kau yakini, dan orang-orang yang kau sayangi. SUKSES! S. T.P. PERTAMA TEKNIK PERTANIAN 2011! JESSICA NOVIA SARI.
Share:

0 comments:

Post a Comment

at least, tell me your name to respond your coments, thanks.

Powered by Blogger.

Contributors