Stories and Sh*t

Thursday, September 3, 2015

A place for all of my bullshit

Malam yang larut. Selarut hatiku yang mengalir. Berdesir sakit, tercacah melihat kenyataan dimana dia, yang selama ini kukejar dalam lapar dan dahagaku, dalam keringat dan berat nafasku, hidup dan matiku. Melintas dengan senyum manis yang tajam menyayat. Tertawa penuh dengan kebahagian, di pelukan orang lain. Ya, orang lain.
Aku tau mungkin aku terlalu gila. Memberikan segala yg kupunya, mengorbankan segala kepentinganku untukmu. Menjadikanmu ratu di atas ketidakmampuanku. Namun aku tidak bodoh. Jika saja, jika sekali saja kau memberiku aba aba untuk mundur... Atau setidaknya memberikan sinyal tidak suka kepadaku. Aku tak akan melangkah lebih jauh. Namun kini terlambat sudah...
Akh... Kepalku terasa sakit lagi, seperti memukul mukul di bagian belakang. Mungkin hasil perlawanan cilcilia, yah itulah namanya... Cilcilia. Gadis yang aku cintai sepenuh hati, yang mencapakkanku dengan senyum manisnya. Coba kita lihat, ohh ternyata dia sedang tidak tersenyum saat ini. Kesan wajahnya terlihat seperti orang tidur. Cantik. Aku suka. Hm... Kalo begitu simpan saja. Simpan? Hahahaha mana muat semuanya, kita ambil bagian kepalanya saja. Ya kepalanya. Hm.... Freezer mana freezer.
Share:
Powered by Blogger.

Contributors