Stories and Sh*t

Monday, February 29, 2016

Waktu yang Berlalu Makin Cepat

The thing is… time feel faster than before.
The more age you get, the more time you lost.

Coba deh, randomly kalian Tanya temen-temen yang barusan beranjak dari remaja ke dewasa (usia 20-24) atau mereka yang udah tua sekalian. Pernah nggak mereka ngerasa kalo semakin tua, semakin sedikit waktu yang mereka dapatkan. In other words… waktu berjalan lebih cepat dan terus terasa lebih cepat. You don’t even count days anymore, you count years. What year is it now?

Well, sebenarnya itu bukan masalah besar kalau kita tidak memiliki tekanan stress terhadapnya. Masalahnya terkadang hal tersebut mampu membuat seseorang stress hanya dengan berfikir seberapa singkat waktu yang dia miliki. Hingga bisa membuat carut marut management waktu uang sudah disusun sebelumnya. So, apa yang sebenarnya terjadi? Kemana waktu kita menghilang?

            Ada banyak teori mengenai hal ini, well physically… syaraf yang bekerja saat kita masih anak-anak lebih banyak, lebih aktif, dan lebih berkembang dibanding saat kita sudah beranjak dewasa. Maka hal tersebut menyebabkan otak anak-anak bekerja lebih cepat dibandingkan waktu itu sendiri, maka waktu terasa lebih lambat. Hm…

            Teori lain mengatakan bahwa semakin banyak usia yang kita miliki maka semakin besar perbandingan dengan waktu yang kita lewati, maka waktu terasa lebih cepat. Nggak ngerti? Gini gambarannya… misal usia kamu 7 tahun, maka melewati waktu 1 tahun akan terasa lama karna kamu baru melewati 7 tahun masa hidup. Sebaliknya untuk orang yang sudah berusia 50 tahun, 1 tahun bukan apa-apa karena mereka telah melewati 50 tahun sebelumnya. Maka waktu cepat berlalu begitu saja.

            The other theory says that fear might be the reason of it. Masuk akal. Mengingat orang yang ketakutan akan merasakan waktu yang berjalan selama satu menit mungkin seperti satu jam. Ketakutan juga memacu otak kita bekerja beberpa kali lipat lebih efektif dari biasanya, mahasiswa tau persis mengenai hal ini. Apalagi mahasiswa yang dikejar deadline. We usually call it with… the power of kepepet. So fear sometimes means Power. Lol…

Teori lain yang berkaitan dengan teori sebelumnya adalah time base on moments. Jadi gini, missal kalian lagi liburan nih.. kalian ngerasa waktu berjalan begitu cepat tau-tau liburan sudah selesai. Cepet banget. Tapi saat kalian melihat kembali foto-foto liburan tersebut, kalian berfikir bahwa sebenarnya kalian memakan banyak waktu untuk liburan tersebut. It actually a looong time vacation. Why? Karna saat kalian mengingat, kalian akan mengingat berdasarkan moment-moment. Menciptakan sebuah timeline yang terstruktur bahkan memakan waktu untuk memikirkannya, apalagi menjalaninya.

Nah… dari prespektif saya untuk teori-teori diatas. Ada satu hal yang mungkin menyatukan semuanya, yaitu berfikir. Semakin kita berfikir maka semakin kita merasa waktu yang kita miliki begitu banyak. Seperti orang yang sedang bosan , fikirannya kemana-mana. Waktu terasa begitu lama namun ternyata baru berlalau sebentar. Seperti orang yang sedang takut, berfikir bagaimana harus mengatasi ketakutannya tersebut.

Sebaliknya bergerak, akan membuat kita merasakan waktu yang lebih cepat. Teori relatifitas Einstein telah membuktikan bahwa orang yang bergerak mendekati kecepatan cahaya akan merasakan waktu yang jauh lebih cepat disbanding mereka yang diam di suatu tempat. Walaupun tidak mendekati kecepatan cahaya, teori tersebut masih berlaku jika membandingkan orang yang diam dan bergerak. Maka mereka yang sering berfikir akan terlihat tua dan bijak, sedang mereka yang sering bergerak akan terlihat muda dan sehat.

            But… apakah saat kita masih kecil kita sering berfikir? Dan malas bergerak sehingga kita merasa waktu yang lebih lambat dibanding kita yang telah dewasa. Yap. Memang benar seperti itu dengan sedikit tanda kutip. Walaupun tidak terlihat seperti berfikir namun anak kecil yang biasanya berumur 5 tahunan akan memakai 80% asupan energy yang dimiliki hanya untuk kerja otak. Tanpa disadari otaknya menyerap berbagai macam hal baru untuk memori jangka panjang yang menjadi landasan-landasan penting personality seorang anak. Sebaliknya walaupun mereka terlihat lincah dan sering bergerak kesana kemari namun sebenarnya gerakan mereka sangat terbatas dan tidak memiliki jarak yang signifikan dibanding langkah kaki malas seorang yang telah dewasa. Yap… pada dasarnya kita bergerak lebih cepat disbanding anak-anak.

            Tapi jangan dijadikan bahan stress.. time flies so what? Saat kalian berfikir maka waktu akan berjalan lambat, tapi saat kalian benar-benar meelakukan rencana tersebut ternyata tidak cukup waktu. Tidak apa-apa… its not so bad. Remember relativity? its all depend.

            Life is like that, like Einstein once said “When you sit with a nice girl for two hours you think it’s only a minute, but when you sit on a hot stove for a minute you think it’s two hours. That’s relativity.”


            so, what kind of life yours would be?


credit to Veritasium youtube channel. click here if you want to watch the source idea of this article.
Share:

0 comments:

Post a Comment

at least, tell me your name to respond your coments, thanks.

Powered by Blogger.

Contributors