Stories and Sh*t

Friday, May 26, 2017

Double or Nothing




Jika setiap saat aku bisa melihatmu, aku akan melakukannya. Tapi bukannya tak mau, aku tak mampu. Berdiri di hadapanmu mamandang semua cinta untuknya di matamu. Dia yang selalu ada dan meringankan semua bebanmu, yang aku tau dan mengerti, bahwa dia tak peduli. Tapi tetap saja, dia meringankan bebanmu, bukan karena dia mau, tapi dia mampu.

Suatu hari aku bertanya… pada angin yang bertiup syahdu di tengah malam, dan hembusan asap rokok yang menjagaku dari kegilaan. Apakah benar rasa itu ada? Senang, benci, rindu.. ataukah hanya ilusi semata, yang tercipta karena memori yang telah kita lalui. Jika memang suatu saat kita lupa, dan memori itu hilang, apakah rasa itu juga menguap bersamanya.

Threre are so many things you can’t unseen, as for so many things you can’t unfeel. Jika kau menyayangi ibumu sepuluh tahun yang lalu. Kemudian dia mengabaikanmu bersama orang lain dan kau bertemu lagi dengannya saat ini, masihkah kau menyayanginya? Jika kau tak pernah bertemu ibu kandungmu sejak lahir, kemudian kau bertemu dengannya di usia 23 tahun, akankah kau menyayanginya?

Sulit beranjak memang, mengambil peluang untuk keputusan tak terduga. Sedikit berdalih, atau sudah menyerah pada nasib saja. Bawa aku kemanapun uangnya pergi. Toh kau hanya mondar mandir dan aku mengawasi disini. Menahan semua sendiri. Dengan sebatang rokok, korek api, dan malam-malam sepi.


Hard it is.. like hell. But I gotta make a choice. Double or nothing.
Share:

0 comments:

Post a Comment

at least, tell me your name to respond your coments, thanks.

Powered by Blogger.